Pages

Wednesday, 2 June 2010

Hmmmmm...


Hmmmm..lama juga saya tidak menulis di kedai kopi. Sejak tiga bulan terakhir kedai kopi hanya "dijaga" oleh mbak Fanda, mbak Ira dan mbak Ateh. Terimakasih sebesar-besarnya sekaligus permohonan maaf dari saya untuk anda bertiga. Maafkan jika saya yang paling malas "menjaga" kedai kopi. Kesibukan di kantor agak padat dan bahkan sastra-radio pun nyaris terbengkalai hehehe...

"Hmmmm"...ini menjadi  judul tulisan saya di pagi hari. Saya menjadikan 'hmmm..' ini untuk memaknai berbagai peristiwa yang saya alami sendiri dan juga yang dialami beberapa orang sahabat di dunia maya maupun dunia nyata.

"Hmmmmm.." bisa bermakna ganda, yakni ujung atau kesimpulan setelah mengalami, melihat atau merasakan sesuatu. Entah menyenangkan atau tidak. Luar biasa atau sepele. Dan seterusnya. "Hmmm.." saya menyimpulkannya kali ini sebagai desahan luar biasa.  Desahan itu..sebenarnya  tidak mampu saya pindah tempatkan ke dalam tulisan. Saya hanya ingin merasakannya kali ini sebagai energi untuk mencoba memahami orang lain dan semesta alam. Hmmm, silahkan dihirup dulu aroma kopinya sebelum direguk.
 

Monday, 3 May 2010

Seorang anak ibarat tanaman rambat

Anak kecil itu menjerit…mengaduh, Memohon  agar hati nurani digunakan
Kepada…mereka sang Premanisme, Yang menganiaya hati dan hidupnya.

Aku tidak tahu apa itu mencuri
Aku tidak tahu apa itu berbohong
Aku tidak tahu apa itu dosa
Aku tidak tahu apa itu surga dan neraka

Friday, 30 April 2010

MANDIKAN AKU BUNDA

Aku membaca catatan kecil ini dari kumpulan cerita penuh hikmah. Suatu sore dengan secangkir kopi! sambil membayangkan aku menjadi seorang ibu. Ah...semoga Tuhan memberi kepercayaan padaku.

Sebagian wanita menganggap tugas wanita lebih sebagai manajer dirumahnya tanpa perlu dipusingkan urusan dapur dan merawat anak yang lebih pantas dilakukan oleh para bawahan, alias pembantu ataupun baby-sitter. Peran sosial dan aktualisasi diri menjadi lebih utama. Di sisi lain, tidak sedikit akhwat yang tetap "teguh" dan bangga dengan kesibukan seputar urusan dapur dan diaper ini. Mereka cukup puas dengan imbalan surga untuk jerih payahnya membenamkan muka di asap "sauna" mazola (minyak goreng) dan berparfumkan aroma popok bayi.

pelanggan setia