Pages

Thursday, 15 April 2010

WAJAH ITU WAJAH CINTA

Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat sedang tidur?
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia tidur sudah tak akan tampak wajah bengisnya.


Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inlah rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm..kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena terpaan hidup yang keras. Oang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah artika

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu : Ayah, Ibu , suami , istri, kakak, adik, anak, sahabat, semuanya. Rasakan sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Raskan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang talah dilakukan orang-orang itu untuk kebagaiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.

Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. dan Ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkapkan segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata : ” betapa lelahnya aku hari ini.” dan penyebab lelah itu ? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan istri yang
bekerja mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.

renungan untuk kita semua…
Resapilah kenangan2 manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah2 mereka… Rasakan betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua… Bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka ” orang2 terkasih itu ” tak membuka matanya, selamanya

Masih kah ada waktu mu hari ini untuk menikmati secangkir kopi dengan ia yang kau cintai?
Semoga!

21 orang ngopi:

ajeng said...

Jadi ingat kebiasaan Bapak saya, beliau selalu menengok kamar kami sebelum beliau tidur..

ivan kavalera said...

Sama dg mbak Ajeng. Akujadi teringant masa kecil.

the others said...

Memang... dalam tidur seseorang menampakkan wajahnya yang jujur.
Aku juga suka memandang wajah anak dan suamiku saat mereka terlelap.

Latifah10 said...

Menatap orang2 terkasih, disaat mereka terlelap terkadang membawa kita kesegala pikiran2 yang membuat bahagia dan ketakutan, tapi semua kita kembalikan keyang memilikiNYA...

annie said...

benar, mbak ... saat menatap mereka kala tidur, tiba-tiba saja segala rasa berkecamuk jadi satu.

Sang Cerpenis bercerita said...

pernah, van. pernah ngeliat papaku tidur. rasanya jadi gimana gitu. krn tanpa kusadari beliau semakin tua. jadi iingat masa2 ketika beliau kerja keras utk aku dan adik2.

dasir said...

trims sob atas uraiannya. Salam

bisniS onlinE said...

Wah, tentang cinta nih. Baca dulu ah hehheh

Web Radio Online said...

Kayaknya semakin banyak juga penulis di sini. Mantap.

penghuni60 said...

pagi2 mampir mau ngopi dulu.
hmmm.... ada wajah cinta disini..

Winny Widyawati said...

inspirated...tulisannya menggugah Mas Ivan, trims :)

berpikir positif said...

lamanya baru berkunjung ke Kedai ini semakin bagus dengan penyeduh yang luar biasa semua, mbak ateh, ira, fanda dan ivan sendiri wihhh

Ivan Kavalera said...

Ngopi dulu ah

Lembaga Pelatihan said...

Aku tinggal sangat jauh dari anak anakku..., sekali waktu anak yang kecil menelpon saya... kalo punyak anak itu ditengok..katanya.., dn aku tengok dia. Selanjutnya dia tanya lagi berapa lama disini..? 2 hari kata saya, dia menimpali.. ngapain nengok klo cuma sebentar...!! Peace

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Saya biasa melakukan itu ketika beliau berdua masih hidup...
sedangkan sekarang, saya biasa menatap wajah isteri dan kedua anak saya bila sedang tidur.

antaresa said...

mengena banget pas baca tulisan ini, diakhirnya sedikit merinding...

apalagi dibelakang saya ada kakak saya lagi tidur. pas dibuktiin emang benr juga ya

Bunglon Blog said...

iya bener di saat lelap ternyata keadaan fisik dan raut wajah akan bener2 berbeda, tulus apa adanya...
ini bisa menjadi renungan buat kita semua...
Sukses Slalu!

Pawewet said...

wah postingan yang bagus... banyak hikmah dapat diambil...

trimakasih....sukses selalu

arha melissa said...

entah kenapa ini buat aku terdiam begitu lama..
kerja keras orangtua..
ini buat aku semakin yakin buat berusaha untuk satu hal yang akan buat mereka bangga.

aktifis sandal jepit said...

mungkin wajah terjujur adalah ketika tidur ya sobat?

pingin ngrekam waktu tidur,pasti kalo diputer seru tu.Tingkah polah waktu tidur terbongkar semua,haha

kira said...

gak ada waktu...
hiks...

pelanggan setia